Joni & Rusna

"Sekarang kami punya target, bagaimana caranya orang bisa sama seperti kami, bisa merasakan apa yang kami rasakan di bisnis ini, terutama perubahan dari segi finansial."

Rusna pertama kali berkenalan dengan Nu Skin di 2014 melalui ageLOC Galvanic Spa. Ia membeli Galvanic Spa untuk mencoba mengatasi permasalahan kulit wajah, terutama jerawat, yang sudah ia alami sejak lama. Setelah rutin menggunakan Galvanic Spa, Rusna merasakan dan melihat perubahan signifikan pada kulitnya. Ia pun jatuh cinta dengan produk ini. 

 

Di waktu itu ia juga bergabung dengan sebuah grup di Blackberry Messenger. Di grup tersebut ia melihat ada yang sering posting produk-produk Nu Skin dan ia menyadari itu adalah produk yang sama dengan yang ia pakai. Rusna juga baru mengetahui bahwa Nu Skin membuka peluang untuk berbisnis. Ia pun menghubungi orang tersebut, yang kemudian akhirnya menjadi upline Rusna.

 

Setelah bergabung di Nu Skin, Rusna mulai berbagi pengalamannya dengan ageLOC Galvanic Spa melalui Facebook. "Saya cerita ke teman-teman di Facebook bagaimana Galvanic Spa mengatasi permasalahan kulit saya. Lalu banyak yang penasaran sehingga dari sana mulai muncul orang-orang baru yang ingin mencoba produknya juga," cerita Rusna.

 

Saat memutuskan untuk join Nu Skin, Rusna sama sekali tidak pernah berpikir untuk menekuni bisnisnya dengan begitu serius, apa lagi bisa mencapai peringkat bergengsi. Kegiatan di Nu Skin hanya dijadikan pengisi waktu luang bagi Rusna yang waktu itu full time sebagai Ibu Rumah Tangga.

 

"Waktu itu saya memang hanya tertarik dengan produknya, tidak terpikir sama sekali jadi leader, apa lagi sampai ke tahap ini," ujar Rusna. "Di awal, suami saya tidak mendukung. Saya hanya diperbolehkan untuk jualan produk saja, dan diingatkan agar kegiatan di Nu Skin tidak sampai menyita waktu dengan anak-anak."

 

Tapi Rusna sudah mulai melihat peluang bisnis yang menarik di Nu Skin. Ia melihat kesempatan untuk membantu orang lain juga melalui bisnis ini, terutama melalui Galvanic Spa. "Saya berpikir pasti ada orang yang bernasib sama dengan saya. Jika masalah kulit saya bisa membaik, kenapa saya tidak mencoba untuk menolong orang lain? Dari sanalah muncul keinginan untuk membantu orang. Apalagi di Nu Skin ini ada opportunity untuk membantu mewujudkan impian orang. Jadi selain kulit kita sehat, vitamin-vitaminnya membantu kesehatan kita, Nu Skin juga bisa mewujudkan impian untuk memiliki ekonomi yang lebih baik.

 

Fokus pada Produk

 

Karena ketertarikannya yang dalam terhadap produk Nu Skin, di awal berbisnis Rusna memang hanya fokus untuk menjual produk. Ia belum berpikir untuk menjadi leader atau membangun tim. Namun para customer-nya mulai tertarik karena melihat Rusna sering mendapatkan reward trip dari Nu Skin. Mereka pun bertanya pada Rusna bagaimana cara mendapatkan reward tersebut.

 

"Pada 2016 saya dapat reward trip Eropa. Dari situ orang mulai kenal saya, dan menyebut saya ‘Rusna Nu Skin.’ Semakin banyak juga orang yang bertanya dan penasaran dengan peluang bisnis Nu Skin. Para downline saya juga termotivasi untuk ikut mengejar trip-trip selanjutnya, cerita Rusna.

 

Tak hanya orang luar saja yang mulai tertarik dengan bisnis yang dijalankan Rusna, sang suami, Joni, juga mulai mendukungnya di Nu Skin. Dia akhirnya melihat bahwa bisnis Nu Skin ini ada hasilnya, ujar Rusna.

 

Setelah 1,5 tahun bergabung di Nu Skin, Rusna dan Joni bisa meraih peringkat Executive Brand Director yang kemudian dilanjutkan dengan pencapaian Presidential Director.

 

Hal unik dalam tim Rusna ketika di awal bergabung dengan Nu Skin adalah kebanyakan dari mereka merupakan adik-adik dan saudara Rusna. 

"Pertama kali saya rekrut di lingkungan keluarga. Kami empat bersaudara, dan saya paling tua. Nah, adik-adik saya yang saya rekrut duluan. Awalnya mereka terpaksa sih, ujar Rusna sambil tertawa. Tapi akhirnya saya bisa membuktikan bahwa bisnis ini memang memberikan reward yang bagus sekali. Saya memberikan contoh, ada hasilnya, sehingga mereka mengikuti. Lead by example, tuturnya.

 

Melihat pencapaian Rusna, adik-adik dan anggota keluarga lainnya juga ikut serius menjalankan bisnis Nu Skin. Sehingga ketika mendapat reward trip Nu Skin, mereka bisa berangkat bersama-sama, dan reward trip tersebut buat Rusna dan keluarganya terasa seperti liburan keluarga. 

 

Pada acara-acara kumpul keluarga mereka pun tidak bisa menghindari untuk tidak bicara bisnis. "Karena sekarang kita semua passion-nya sama, jadi kalau kumpul yang dibicarakan pasti Nu Skin. Kita saling tanya pencapaian, apa impian dan target tahun depan. Jadi acara keluarga sudah seperti business meeting, tapi seru," cerita Rusna.

 

Transformasi Diri

 

Jika dahulu Rusna hanya melihat dirinya sebagai seorang Ibu Rumah Tangga, kini setelah 5 tahun menggeluti bisnis Nu Skin, banyak sekali perubahan pada dirinya. "Saya jadi lebih percaya diri. Dulu saya bisa dibilang anti sosial. Kalau enggak kenal, saya enggak akan bisa ngobrol. Tapi semenjak di Nu Skin, saya jadi lebih terbuka pada orang. Saya juga jadi lebih sabar. Karena kita kan menghadapi berbagai macam orang dengan beragam karakter."

 

Rusna mengatakan sebagai seorang leader ia belajar untuk memahami orang lain. "Karakter tim itu bermacam-macam. Ada yang bisa dikerasin, ada yang enggak, dan mungkin kita harus mengalah. Yang penting intinya kita memahami bahwa kita sama-sama ingin sukses di bisnis Nu Skin, kita harus saling mengingatkan apa tujuannya, apa mimpinya."

 

Sebagai leader Rusna juga belajar untuk memikul tanggung jawab dan memiliki misi untuk membantu orang lain memiliki kehidupan yang lebih baik. "Dulu tidak pernah terbayang bagi saya akan punya bisnis seperti ini. Namun sekarang dengan ada tim, ada tanggung jawab, tidak sekadar memikirkan diri sendiri lagi. Sekarang kami punya target, bagaimana caranya orang bisa sama seperti kami, bisa merasakan apa yang kami rasakan di bisnis ini, terutama perubahan dari segi finansial. Jadi di bisnis ini yang paling luar biasa itu adalah kesempatan untuk membantu mengubah kehidupan orang lain."