Ibu dari dua anak, Sri Suparni adalah seorang pensiunan. Berasal dari keluarga yang bermukim di Kediri Jawa Timur, ia terbiasa mendapatkan sesuatu dengan tidak mudah. Ajaran yang sama ia terapkan pada anak-anaknya, termasuk si sulung Antyanti yang menjalankan bisnis Nu Skin bersamanya.

 

Kuliah di jurusan pendidikan guru sekolah lanjutan pertama (PGSLP), Sri kemudian melanjutkan hingga meraih sarjana Bahasa Inggris. Putrinya, Antyanti, adalah dokter umum yang menjalani dinas PTT di Kalimantan Timur. Ia kemudian melanjutkan dengan mengambil pendidikan dokter spesialis penyakit dalam.

 

Sri mengenal Nu Skin karena melihat transformasi teman anaknya di media sosial. Ia kemudian bertekad membelikan anaknya paket weight management ageLOC TR90. Setelah bertransformasi dengan bantuan program TR90, Anty sharing di media sosial dan membuat banyak orang tertarik mengikuti. Sri pun menyusul menggunakan program yang sama. Saat itu keduanya hanya berpikir ingin sehat dan sharing ke keluarga dan beberapa orang mengikuti. 

 

Banyak orang mencibir pasangan ibu dan anak ini; mereka heran karena Sri membiarkan sang anak yang calon dokter spesialis penyakit dalam memilih menjalankan bisnis multi-level marketing. Tapi Sri tak goyah dan tetap jalan karena yakin pilihannya itu tidak merugikan siapa pun. Baginya, penolakan adalah penerimaan yang tertunda. 

 

Saat Sri dan Anty melihat banyak dari anggota tim yang belum mencapai impian, didorong alasan terbesar yaitu keinginan menjadi sebaik-baiknya manusia, keduanya lebih fokus membantu mereka mencapai mimpi-mimpinya. Dengan selalu mengingat apa yang menjadi ‘Why’ di bisnis ini, Sri dan Anty mempertahankan semangat apapun kondisi yang dihadapi. Hal tersulit adalah saat banyak konflik terjadi, namun ternyata penyebabnya hanya karena ego saja. Setelah mau menurunkan ego, semua menjadi lebih mudah.

 

Pencapaian Executive Brand Director hanyalah pin title dan bukan menjadi tujuan utama. Keberhasilan ini adalah untuk menunjukkan ke timnya untuk selalu bertumbuh agar mereka semua juga bisa mencapai mimpi-mimpinya. Dengan itu pula, Sri dan Anty berupaya mewujudkan.