Devi Chandra & Kriswanto Lie

Pelanggan Baru? Daftar hari ini!

Pada pertengahan tahun 2005, saya diundang ke sebuah presentasi peluang bisnis. Saat mendengar nama Nu Skin, ingatan saya balik ke tahun 1991 ketika pertama kali mendengar nama Nu Skin di Hong Kong. Yang berkesan adalah bahwa jika sebuah produk masih tetap eksis setelah puluhan tahun dan terus berkembang ke berbagai belahan dunia, pastilah itu produk yang istimewa. Intuisi saya mengatakan bahwa produk seperti Nu Skin yang masih eksis dan berkembang setelah puluhan tahun akan memberikan peluang bisnis yang bagus, terutama untuk pasar Indonesia yang baru akan dibuka pada saat itu.

 

Didorong keinginan agar orang-orang di sekitar saya juga mendapatkan manfaat produk bermutu agar tetap sehat dan awet muda, mulailah saya berbagi cerita kepada mereka. Terkesan dengan produk Pharmanex dan Nu Skin, saya mulai serius menekuni bisnisnya. Sadar bahwa keberhasilan suatu bisnis memerlukan komitmen untuk suatu jangka waktu, maka dari awal saya memberikan komitmen 2 tahun untuk melihat apakah bisnis ini berhasil atau tidak buat saya. 

 

Perjalanan saya di Nu Skin hingga menjadi Blue Diamond mengalami banyak tantangan dalam berbagai bentuk. Tantangan yang paling besar adalah dari diri sendiri; yaitu bagaimana mengalahkan dan memotivasi diri sendiri, karena pada hakekatnya seorang manusia cenderung mengasihani dan mencari kenyamanan untuk diri sendiri. 

 

Ternyata tantangan mengalahkan diri sendiri itu selalu ada selama kita ingin berkembang dan datang dalam bentuk yang berbeda. Setelah mencapai peringkat Blue Diamond, saya masuk ke zona yang nyaman, terlena, dan tidak memperhatikan pengembangan diri dan pertumbuhan kapasitas saya. Ini bukan sesuatu yang layak diceritakan namun bisa menjadi pelajaran untuk kita waspadai. Saya tetap eksis di bisnis hanya dengan mempertahankan yang ada dan mengejar goal jangka pendek berupa incentive trip yang ditawarkan Nu Skin. 

 

Saat Nu Skin mencanangkan program Me + 4, sebagai seorang leader sayapun memotivasi tim saya untuk berpartisipasi. Program itu menjadi “tamparan” buat saya; bagaimana saya bisa meminta tim saya untuk Me + 4 sementara saya tidak menjadi contoh untuk mereka. A leader must jump first.

 

Goal untuk menjadi Team Elite yang sudah pernah terlintas muncul kembali; masih berupa sebuah pemikiran serius tanpa keputusan. Mengambil keputusan adalah hal yang tersulit buat saya karena tidak dapat ditarik kembali.  Masih ada ketakutan pada diri saya untuk bayar harga, keluar dari zona nyaman.

 

Saat menghadiri Regional Convention di Singapura tahun 2014, sebuah pertanyaan sederhana yang keluar dari mulut anak saya membuat saya mengetuk palu. Brian Tracy dalam buku berjudul ‘Goal!’ menulis, “When you are absolutely clear about your goal, you do not even have to know how to achieve it. By simply deciding exactly what you want, you will begin to move unerringly toward your goal, and your goal will start to move unerringly toward you. At exactly the right time and in exactly the right place, you and the goal will meet.”  Kutipan itu semakin membuat saya percaya saya bisa menjadi Team Elite karena tujuannya sudah sangat jelas dan saya sudah memutuskan.

 

Perjalanan menuju Team Elite bukan tanpa tantangan. Justru pada saat kita mengejar sesuatu yang lebih besar, tantangan akan semakin besar. Namun tantangan itu tidak akan menjadi penghalang saat kita merespon dengan benar, bertumbuh menjadi lebih besar dan kuat, dan tetap fokus pada tujuan. 

 

Saya selalu percaya tujuan yang baik akan mendapat berkat dan bantuan dari Tuhan. Tujuan pencapaian ini bukan untuk saya, tetapi lebih untuk tim saya khususnya dan untuk teman-teman Nu Skin Indonesia. Misi Nu Skin ‘Force for Good’ mempunyai arti yang begitu mendalam buat saya, karena sesuai dengan tujuan hidup saya, yaitu menginspirasi orang. Semoga pencapaian ini bisa menjadi inspirasi dan kekuatan bagi mereka untuk terus berkembang.

Bergabung dengan Nu Skin MENJADI SEORANG BRAND AFFILIATE