Gunawati & Lily Choo

Indonesia-Blue-Diamond-List-WEB4

Kami dilahirkan dari keluarga sangat sederhana. Orang tua bekerja keras untuk menghidupi kami berdua. Keadaan fisik saya dari kecil yang lemah adalah hal yang menyedihkan bagi saya. Asma dan sering jatuh sakit membuat saya tidak boleh banyak beraktivitas di sekolah, termasuk saat berolahraga. Setiap bulan saya bisa mengunjungi dokter 3-5 kali. Tidak heran bila saya tidak memiliki teman, tidak percaya diri dan kolot karena kurang bergaul.

 

Waktu saya luangkan dengan membaca buku-buku cerita, seperti Cinderela, Pippi Longstocking, Si Bandel, komik Candy Candy, juga buku-buku dari Hans Christian Andersen dan Enid Blyton. Sehabis membaca maka saya akan bermimpi dan berangan bila hidup saya seperti yang diceritakan dalam buku.

 

Kenyataan berbicara lain ketika saya dewasa dan bekerja. Tanpa diploma maupun gelar sarjana hidup di Jakarta tidaklah mudah. Ditambah lagi seiring waktu saya juga menderita alergi antibiotik dan pain killer, vertigo serta GERD Reflux sejak menanjak dewasa hingga menikah dan memiliki dua anak perempuan. Serasa hidup saya suram dan buram.

 

Saat itulah saya diperkenalkan dengan bisnis Nu Skin. Pertama kali saya menolak bisnis yang ditawarkan namun tertarik dengan produk Nu Skin yang bermotokan, “all of the goods, none of the bads”. Bersama Pharmanex hidup saya mulai berubah dan berarti. Saya menjadi lebih fit dan aktif. Di usia 40 tahunan saya memulai aktivitas naik gunung dan lari half marathon. Saya mulai melakukan beberapa aktivitas outdoor tanpa ada keraguan dan kekuatiran akan fisik saya lagi. 

 

Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir kami mulai membina tim yang stabil dan belajar menjadi pemimpin yang ‘lead by example’ dengan kepercayaan yang kuat bahwa konsistensi dan kegigihan akan membawa kami kepada kesuksesan di bisnis
Nu Skin. Kami bertekad untuk mentransformasi lebih banyak orang dan memampukan mereka memiliki kisah yang mereka inginkan sendiri.

 

Terima kasih kepada Nu Skin yang telah memampukan kami memiliki kisah hidup kami sendiri dan kami yakin kisah hidup kami selanjutnya akan jauh lebih menyenangkan daripada kisah-kisah di buku yang pernah kami baca. Terima kasih kepada para mentor bisnis yang telah menuntun dan menolong kami, dan kepada setiap anggota mitra bisnis kami. Anda semua dahsyat dan kalian membuat kami menjadi lebih baik. Terima kasih dan cinta tak terhingga kepada keluarga kami. To God be the glory and let’s do this together.

Divider