Dimas Marah Swastika & Sri Rahayu Lubis

Pelanggan Baru? Daftar hari ini!
Indonesia-Blue-Diamond-List-WEB48

Dibesarkan dari keluarga yang sederhana, Dimas dan Rahayu memiliki keinginan untuk menjadi orang yang sukses, karena keduanya menyadari ada begitu banyak orang yang perlu dibantu. Walaupun tidak mengerti caranya dan tidak mengerti apa arti kesuksesan, Dimas dan Rahayu memutuskan untuk memulai langkah dengan mencari informasi dan mempelajari bagaimana bisa sukses. Melalui orang-orang yang dikenalnya, serta melalui buku-buku yang dibaca, keduanya mengerti bahwa sukses berarti menjadi manusia bahagia yang merdeka secara finansial dan waktu.

 

Berawal dari situ, perjalanan yang luar biasa untuk menjadi pengusaha dengan semua keterbatasan yang ada dimulai. Dimas dan Rahayu menekuni beragam usaha, mulai dari bisnis pakaian, event organizer, makanan, hingga advertising. Keduanya menemukan ternyata memiliki bisnis bukanlah hal mudah dan membawa pasangan ini masuk ke dalam mimpi buruk yang tak pernah selesai karena menyisakan hutang yang cukup besar.  Bahkan, untuk kehidupan hari esok, Dimas dan Rahayu kerap tidak tahu akan dapat dari mana. Kondisi itulah yang menggerakkan keduanya untuk mengerjakan apa saja agar tetap bisa bertahan hidup.

 

Dimas dan Rahayu menemukan bahwa hal tersulit ketika menghadapi semua yang terjadi adalah harus berhadapan dengan diri sendiri yang mulai kehilangan kepercayaan diri. Kerap muncul pertanyaan apakah mampu mencapai impian; di saat semua orang yang dikenal selalu menganggap keduanya sebagai orang yang gagal, tidak bisa dipercaya dan tidak berguna. Yang lebih menyedihkan, sang buah hati memutuskan agar kedua orangtuanya tidak perlu lagi menyekolahkannya karena takut menyusahkan orang tuanya. 

 

Hal-hal itu membuat Dimas dan Rahayu kembali memikirkan apa yang bisa dilakukan. Saat itu datang sebuah peluang pekerjaan di bidang IT dari seorang teman. Meski demikian, Dimas menyadari ini tidaklah cukup untuk bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga dan membayar semua hutang.

 

Dari semua yang terjadi, Dimas dan Rahayu menyadari bahwa ini adalah cara Allah menyayangi keduanya dan mengingatkan untuk selalu yakin bahwa Allah selalu menyertai. Keduanya berdoa agar dipertemukan dengan bisnis yang bisa mengubah diri mereka dan orang lain. Bagi Dimas dan Rahayu, Nu Skin adalah jawaban dari Allah, karena setiap berdoa untuk dipertemukan dengan bisnis yang bisa mengubah kehidupan, yang selalu datang adalah bisnis MLM. Padahal, saat itu keduanya sangat anti dengan bisnis MLM karena pernah menjalankannya dan tidak berhasil. Begitupun teman-teman yang dikenalnya; bahkan ada yang kehidupannya menjadi terpuruk.

 

Melalui beberapa buku mengenai kisah kesuksesan yang dibacanya, Dimas menemukan bahwa network marketing adalah salah satu bisnis yang dilirik oleh banyak orang-orang super kaya di dunia dan siapapun bisa sukses di dalamnya. Bersama sang istri, Dimas mulai terbuka dengan peluang dari berbagai perusahaan network marketing hingga akhirnya bertemu dengan Nu Skin melalui cara yang luar biasa. 

 

Begitu banyak hal yang telah dilewati, baik masa-masa yang menyenangkan dan sebaliknya. Saat menemukan kesulitan dan merasa ingin berhenti, Dimas dan Rahayu teringat akan orang tua mereka, bapak Rano dan Zainal Arifin, serta ibu Ismawati dan Syarifah Hanum, yang menaruh harapan besar pada keduanya dan selalu memberikan semangat di saat-saat tersulit. 

 

Dimas dan Rahayu menemukan bahwa Nu Skin adalah berkah yang tidak berujung; bukan hanya mengenai uangnya, tapi Nu Skin juga menjadi keluarga bagi keduanya. Pasangan ini berkeinginan untuk bisa mengubah kehidupan banyak orang melalui bisnis Nu Skin serta membangun sarana pendidikan dan pengembangan toleransi dan perdamaian untuk generasi penerus.

 

Pencapaian peringkat Blue Diamond hanyalah langkah awal menjadi contoh bahwa kesuksesan itu tidak ditentukan oleh masa lalu, dan bahwa sukses itu adalah hak setiap manusia yang mau memutuskan kehidupan yang ingin dimilikinya.

Bergabung dengan Nu Skin MENJADI SEORANG BRAND AFFILIATE