Andi Gumai & Dwi Nurul Adnin Akbar

Indonesia-Blue-Diamond-List-WEB68

Sebagai lulusan Bachelor Communications Studies di sebuah universitas di Selandia Baru, semua orang berpikir akan mudah mendapatkan pekerjaan. Dengan pengalaman tinggal di Auckland selama lebih dari 10 tahun, Andi, anak laki-laki pertama dari dua bersaudara, tidak pernah membayangkan akan bekerja paruh waktu di sebuah pom bensin dan kemudian menjadi manager di sana. Bukanlah hal mudah, sebagai manusia yang memiliki cita-cita untuk berdiri di atas kaki sendiri, Andi mencoba berbagai macam bisnis di antaranya properti dan trading namun tidak ada hasilnya. Semua itu dilakukan bersama sang istri, Echi, lulusan Teknologi Gizi dan Pangan yang telah tinggal selama 8 tahun di Selandia Baru. Echi adalah anak perempuan kedua dari empat bersaudara yang kemudian bekerja di sebuah toko es krim. Pasangan ini tidak pernah membayangkan bekerja sebagai pegawai dengan gaji pas-pasan di negeri orang. Meskipun suka sekali dengan pekerjaannya, tapi Andi dan Echi sadar, hanya mengandalkan hidup dari gaji ke gaji tidak mungkin membuat keduanya mewujudkan semua impian.

 

Dengan cita-cita untuk memperbaiki kondisi ekonomi, suatu hari Andi bertemu dengan orang yang kemudian menjadi upline leader-nya saat berhenti di pom bensin tempatnya bekerja. Meskipun pada awalnya terkendala modal dan minimnya pengalaman bisnis, namun Nu Skin berhasil membuka mata dan pikiran Andi dan Echi. Di usia yang relatif muda yaitu 25 dan 26 tahun, pasangan ini memulai bisnis Nu Skin karena tergiur penghasilan yang luar biasa dan hasil dari Galvanic Spa.

 

Nu Skin tidak hanya berhasil memperbaiki kondisi keuangan Andi dan Echi sebagai pasangan muda yang hidup serba pas-pasan. Nu Skin juga mengajarkan disiplin karena keduanya harus mengatur sendiri ritme kerja dan pencapaian yang ingin diraihnya. Sempat menjalankan bisnis Nu Skin secara paruh waktu, sekembalinya Andi dan Echi ke Indonesia, keduanya memutuskan untuk menjalankan secara penuh. Nu Skin tidak hanya membawa perubahan pada diri Andi dan Echi, tapi juga orang-orang di sekitar mereka. Tantangan terbesar bagi keduanya adalah keluar dari zona nyaman dan mengembangkan diri sendiri juga orang lain. Memiliki impian untuk membantu orang lain mencapai impian, dengan massive action, massive pray dan mendekatkan diri dengan orang-orang sukses di Nu Skin, secara tidak langsung membuat Andi dan Echi terus berusaha memberikan yang terbaik untuk Indonesia melalui bisnis ini.

 

Hampir lima tahun berada dalam bisnis ini, pasangan ini menjadikan Allah SWT sebagai partner, dan didukung orang-orang yang terlibat dalam perjalanan keduanya.. Andi dan Echi meyakini kata-kata bijak “If you want to go fast, go alone, but if you want to go far, go with a team”. Pencapaian Blue Diamond  tidak akan terjadi tanpa ada campur tangan Allah di dalamnya. Ini adalah awal baru untuk memenuhi visi kami menciptakan manusia-manusia unggul yang berdampak bagi Indonesia dan dunia melalui bisnis Nu Skin. 

 

Bagi Andi dan Echi, Nu Skin bukanlah sekadar bisnis; Nu Skin is a way of life. “Kami tidak akan berhenti sekarang, ini baru permulaan - untuk kita, untuk keluarga, teman-teman dan untuk Indonesia yang lebih baik.”

Divider