dr. Yulia Sari & Firman Ramdhani

New customer? Sign up today!

Sebelum bertemu dengan Nu Skin, saya adalah seorang dokter umum yang sedang menjalankan studi spesialis di salah satu rumah sakit besar di Jakarta. Saat itu kami memang sedang mencari peluang tambahan income keluarga yang bisa kami kerjakan paruh waktu untuk membantu  menyelesaikan studi tersebut. Di awal 2010, ada yang mengenalkan alat Galvanic Spa dengan teknologi ageLOC-nya. Tadinya kami melihat Galvanic Spa hanya sekedar alat untuk mendapatkan tambahan penghasilan saat itu. Kami tak pernah menyangka bahwa pertemuan kami dengan Nu Skin akan mengubah kehidupan kami di kemudian hari.

 

Dua bulan kami menyelesaikan kualifikasi Executive di Nu Skin dan menerima penghasilan dari peringkat Executive kami yang pertama. Di situ saya kaget sekali mengetahui peluang Nu Skin ternyata sangat luar biasa. Sayapun mulai serius menjalankan bisnisnya, mempelajari marketing plan-nya, dan bertemu para upline yang luar biasa. Saya banyak belajar dari mereka yang sudah sukses. Mentor kami yang luar biasa tidak henti-hentinya mendukung dan membimbing kami. Berkat bimbingan mereka, saya memantapkan hati untuk serius di bisnis ini. Saya percaya ini adalah peluang yang luar biasa.

 

Saat mengikuti Regional Convention Asia Tenggara di Singapura sebagai seorang Ruby, saya menyaksikan bagaimana Nu Skin mencetak banyak sekali milyuner baru. Di situlah saya memperbesar visi saya yaitu ingin menjadi salah satu milyuner dari Indonesia. Meski saya tidak tahu persis apa itu milyuner, tapi saya menginginkannya. Saya melihat bagaimana banyak orang biasa bisa menjadi luar biasa melalui bisnis Nu Skin.

 

Dalam perjalanannya, tidak mudah meyakinkan orang lain bahwa bisnis MLM menjanjikan. Saya bahkan sering dicemooh, “ngapain dokter jalanin MLM?” dan mendapat banyak penolakan. Belum lagi menghadapi para mitra bisnis yang berhasil direkrut namun kemudian menyerah pada impian mereka. Tapi saya bertekad tidak akan menyerah pada impian saya, karena kalau bukan saya yang memperjuangkannya maka tidak ada orang lain yang bisa melakukannya untuk saya.

 

Dinamika dalam perjalanan bisnis ini saya ambil hikmahnya dan menganggapnya sebagai proses yang harus saya lalui. Jangan berharap segala sesuatu menjadi lebih mudah tapi berusahalah agar kitanya yang menjadi lebih baik. Saya diajarkan untuk mau melewati prosesnya; ditempa, ibarat sebuah berlian, di mana ketika sebuah berlian semakin mahal harganya, batu tersebut harus kuat untuk di-cutting, dipoles, diasah, dan di-cutting lagi. Semakin banyak cutting-nya semakin indah kilaunya, maka semakin berharga nilainya. Saya sangat percaya filosofi ini.

 

Bisnis ini seperti menanam pohon bambu. Butuh waktu untuk melihat pertumbuhan bambu yang luar biasa. Di awal tahun menjalankan bisnis ini, sama seperti menanam pohon bambu tersebut; tidak nampak apa-apa di atas tanah. Tapi saya percaya saya harus terus menyiraminya dengan usaha dan doa, karena meski tidak terlihat di atas, saya percaya terjadi pertumbuhan di akarnya. Butuh akar yang kuat agar ketika bambu menjulang ke atas, akarnya kuat menyokong pertumbuhan bambu yang bisa mencapai 25-30 meter. Selama saya tekun dan sabar dengan prosesnya, insya Allah saya akan menuai hasilnya.

 

Di Nu Skin saya dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa. Bukan sekedar mitra bisnis, mereka adalah sahabat-sahabat dalam suka dan duka menjalankan bisnis ini. Seperti layaknya keluarga, kami saling mendukung dan mendoakan. Mereka adalah amanah yang harus dijaga; karenanya kami harus bisa mengantarkan mereka menuju kesuksesan dan impian yang ingin mereka capai.

 

Saat mengikuti Global Convention di Amerika Serikat, saya bertemu dengan ‘ibu’nya para distributor, Clara McDermott. Beliau berkata bahwa sukses datang  begitu cepat di Nu Skin. Pertanyaannya bukanlah apakah kita akan menjadi sukses atau tidak, tapi menjadi orang yang seperti apa ketika kita sukses nanti. Kata-kata itu sangat menghujam dan mengingatkan bahwa kami harus terus belajar menjadi leader yang lebih baik lagi -bagi diri kami, bagi keluarga dan tim kami, juga bagi
Nu Skin Indonesia. Kita betul-betul harus menghidupi misi “force for good”; pendorong bagi kebaikan. Semoga Allah memudahkan kita semua.

 

Tanpa dukungan para mentor, mitra bisnis, sahabat dan teman dalam tim, organisasi dan keluarga besar Nu Skin Indonesia, perjalanan ini menjadi tak seindah yang saya bayangkan. If we love what we do, why call it work, then it’s not work, it’s a life. Teruslah menabur, yakinlah apa yang kita tabur kelak akan kita tuai.

 

Ketika tercetak satu lagi million dollar circle, artinya perusahaan membuktikan janjinya, menjadi perusahaan terkemuka yang memberikan penghasilan yang lebih banyak kepada sales leader-nya dibandingkan perusahaan lainnya. Arti pencapaian 1 MDC adalah kami harus bisa membantu lebih banyak lagi orang dalam organisasi kami untuk menjadi milyuner juga. Tugas kami belum selesai. Indonesia bisa! Let’s do this together.

Join Nu Skin BECOME A DISTRIBUTOR