Tintin Rohaeni & Neil Royyan Eddie

Indonesia-Blue-Diamond-List-WEB42

“Perkenalan saya dengan Nu Skin terjadi pada bulan Maret 2013. Berasal dari Sumedang, Jawa Barat, sejak tahun 2007 saya menetap di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, bersama suami, Neil Royyan Erdie, dan ketiga buah hati. Saat itu, saya memutuskan bergabung dengan bisnis Nu Skin dilatari ego yang tersentil, yaitu ingin menjadi Blue Diamond pertama di Kalimantan.

 

Sebelum menjalankan bisnis Nu Skin, kehidupan keluarga kami dalam kondisi nyaman. Suami saya mempunyai peran penting dalam bisnis pertambangan batubara di Kalimantan Selatan; membuat banyak orang mengenal, segan serta menaruh hormat terhadap keluarga kami. Tapi kenapa saya masih mau menjalankan bisnis network marketing?

 

Suatu saat sempat terpikir dalam benak saya, jika terjadi suatu hal buruk terhadap bisnis suami saya, apakah semua yang saya dapatkan saat ini akan dapat bertahan ke depannya? Dalam bisnis konvensional yang begitu kejam, lumrah terjadi kolega bisnis respect terhadap kami hanya karena ada satu kepentingan. Begitu kepentingan itu selesai, usai pula respect itu. Pemikiran itu meyakinkan saya untuk memiliki ‘kendaraan’ lain untuk mempertahankan kehidupan kami; suatu kendaraan bisnis yang dapat dijalankan oleh saya sebagai ibu rumah tangga dan oleh siapapun juga, serta memiliki daya tahan yang panjang. Kendaraan bisnis yang tepat itu adalah Nu Skin. 

 

Itulah yang menjadi why terbesar saya saat ini dalam menjalankan bisnis Nu Skin. Dengan Nu Skin saya bisa menginspirasi banyak orang dan mengajak mereka untuk sukses tanpa harus bergantung pada pasangan. Keinginan untuk menjadi Blue Diamond pertama di Kalimantan membuat saya bekerja keras. Meski tinggal berjauhan kota dengan upline dan tidak ada kantor Nu Skin di kota kami, saya mengambil keputusan untuk menjadi leader di daerah saya dan berusaha memfasilitasi tim saya.

 

Kerja keras saya membuahkan hasil. Dalam waktu setahun saya berhasil mewujudkan mimpi saya menjadi Blue Diamond pertama untuk wilayah Kalimantan. Kelihatannya begitu mudah saya mencapai goal tersebut, tapi kenyataannya saya harus jatuh bangun membangun organisasi saya. Pengalaman terpahit yang saya hadapi adalah di saat akhir kualifikasi Blue Diamond, saya kehilangan 12 executive karena mereka memilih berhenti dan beralih menjalankan bisnis MLM lain. Beruntung sekali saya memiliki why yang kuat dan saya dikaruniai mental pemenang. Saya memutuskan untuk tidak fokus pada masalah dan mencari solusi terbaik. 

 

Sejak resmi menjadi Blue Diamond pada bulan Mei 2014, organisasi saya terus berkembang tidak hanya di Kalimantan Selatan, tapi juga mencapai Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Semua keberhasilan ini dimungkinkan karena dukungan yang luar biasa dari suami tercinta, Neil Royyan Erdie, anak anak Nefeeza Rizqi Royyan, Alvaro Belva Royyan, dan Adalrico Zafier Royyan serta orang tua ibu Dayah Rodiah dan bapak Adang Hidayat, juga upline, crossline, dan tim yang selalu menginspirasi saya.”

Divider